Top News




Gerakan Muslim Kalbar Untuk Jakarta merupakan forum gerakan yang terbentuk atas kesadaran umat Islam Kalbar untuk ikut berperan dalam mengawal proses pemilihan kepada daerah (PILKADA) DKI Jakarta supaya berjalan dengan jujur dan adil. Rombongan Gerakan Muslim Kalbar Untuk Jakarta berjumlah kurang lebih 150 orang, rombongan berangkat dari Kota Pontianak dan telah berada di DKI Jakarta pada hari Jumat (3/3) kemarin pukul 16.30 Wib di bandara Soekarno Hatta.


Rombongan GMK-UJ langsung bergerak menuju Markaz Syariah DPP Front Pembela Islam (FPI) dengan tujuan untuk melakukan silaturrahmi, dan diterima langsung oleh Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib M. Rizieq Shihab dan Ketua Umum DPP FPI KH. Ahmad Shabri Lubis, Lc beserta beberapa Pimpinan FPI di Jl Petamburan pada jumat (3/3) pukul 20.00 Wib.

Dalam pertemuan tersebut, Bapak Bambang Widiyanto, ST memaparkan konsep dan gagasan dari Gerakan Muslim Kalbar Untuk Jakarta dan juga meminta masukan dan saran dari Imam Besar Umat Islam Indonesia atas Konsep dan gagasan tersebut, “Kami sangat mengharapkan sekali masukan dan saran dari Habib (Rizieq) untuk ikut berperan dalam mengawal proses pemilihan kepala daerah DKI Jakarta” papar Bambang Widianto. Hal senada juga disampaikan oleh Uray Budianto selaku koordinator GMK-UJ “bahwa yang terpenting kami ingin proses pilkada DKI Jakarta berlangsung Jujur dan Adil”.


Menyikapi hal tersebut, Habib Muhammad Rizieq Shihab sangat menyambut baik gagasan dari GMK-UJ untuk berpartisipasi pada pilkada DKI Jakarta dan sangat berterima kasih atas kunjungan dan dukungan bagi Umat Islam Kalbar. “Terima kasih yang setinggi-tingginya kami sampaikan atas kedatangan dan dukungan Umat Islam Kalimantan Barat untuk mempersatukan Umat Islam”. Pertemuan berlangsung hingga pukul 22.00 Wib dan ditutup oleh KH. Ahmad Shabri Lubis yang juga sangat antusias dalam Gerakan Muslim Kalbar Untuk Jakarta.

Dalam perjalanan pulang ke penginapan, “Insya Allah besok (hari ini) kami akan bersilaturrahmi ke salah satu pasangan Pilkada DKI Jakarta yaitu Anis-Sandi” ujur Bambang Widianto.

(Kontributor : Hendri Al-Hafiz / Cyber Army Community Kalbar)


Oleh : Prof.Dr.Ir.H. Koesmawan, M.Sc,MBA,DBA
Guru Besar Bidang Manajemen STIE Ahmad Dahlan Jakarta.

Dalam suasana pemegang KTP DKI sedang menimbang-nimbang, mau pilih “Ahok” atau “Anis”, maka, perlu mencari referensi. Kalau sudah bisa membaca ini, maka semakin jelas, kemana arah mang Engkoes membawa umat Islam dalam memilih gubernur.

Ada pepatah, “Tak tahu, maka tak kenal, Tak kenal maka tak sayang dan tak sayang maka tak cinta”. Saya bukan pemuja Habib Riziek, tetapi ketika membaca “coretan”, Gunawan Mohammad, entah benar tulisan Gunawan atau bukan intinya, “Mengecam Habib sebagai merongrong pemerintah dan seolah Habib membenci NKRI. Nah dibawah ini, saya kemukakan berita melalui WA pagi ini. Sekedar pembanding rasa ingin tahu kita. Lalu, mohon sebarkan ya, agar pengetahuan umat tentang Habib dan FPI, seimbang. Medsos dan Media Massa, hanya menjelek-jelekan Habib saja. Mari kita pelajari tentang beliau satu persatu.

Pertama, ayah beliau almarhum Habib Husein Syihab merupakan anggota Pandu Arab yang ikut berjuang mengusir penjajah Belanda di Indonesia. Bapak Husein Syihab ini, pernah bekerja di Rode Kruis (kini PMI) dan membantu suplai makanan dan obat-obatan untuk pejuang kemerdekaan. Pernah tangan Bapak Husein Syihab diikat dan diseret dengan kendaraan Jeep, dipenjara dan divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, berkat bantuan Allah, berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang meskipun bagian pantatnya tertembak. Ternyata, sang ayah telah mewariskan darah juang untukmu berbhakti kepada Indonesia dengan membawa misi agama dan kemanusiaan. Jadi sungguh Naif, kalau ada orang menuduh Habib sebagai, tidak nasonalis atau anti NKRI, naudzubullah min dzaliq. Kejam amat yah.

Kedua, langkah FPI yang dinilai grasak-grusuk, tukang demo, padahal pasukan putih dan aparat setempat bersama FPI, telah banyak menutup tempat maksiat, perjudian, pelacuran dan narkoba. Bukankah Narkoba itu musuh utama Negara? Kok menuduh Habib seperti tak ada apa apanya sih? Semenara mang engkoes hanya baca berita saja, belum bisa berbuat seperti FPI, mengapa kalian diam saja, FPI berbuat.

Ketiga, Saya, mendengar kabar dari rekan rekan anggota tim penolong peristiwa Tsunami di Aceh, tidak banyak orang tahu,Habib dan dan pasukan putih FPI, adalah evakuator mayat terbanyak, lebih dari100 ribu jenazah, ketika terjadi Tsunami di Aceh, membangun kembali masjid dan musholah, dan menginap di kuburan selama berbulan-bulan lamanya. Saya menangis, bangga dan terharu mendengar kabar ini. Saya tak bisa berbuat apa, sementara FPI berjibaku di Aceh. Tak hanya di Aceh, Habib dan pasukan putih menjadi garda terdepan dalam membantu korban bencana alam, banjir, longsor dan gempa bumi dengan dasar kemanusiaan di hampir seluruh wilayah, jika ada berita musibah, FPI langsung kirim pasukan putihnya. Ya saya Cuma bisa lihat di TV saja. Tega amat yang menyuruh FPI Dibubarkan. Kamu sudah bisa apa.

Keempat, Habib dan FPI, bekerja sama dengan Kemensos RI secara nasional dalam Program Bedah Kampung. Ribuan rumah miskin di puluhan kampung Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Pasuruan, Palu, dan Gresik, berhasil dibedah tanpa memandang apa agama mereka, apakah Habib benci persatuan? Benci perbedaan. Ah sungguh teganya teganya tegaanya orang yang memfitnah Habib.

Kelima, habib dan FPI pernah bekerja sama dengan Kemenag RI dalam Program Pengembalian Ahmadiyah kepada Islam. Ribuan pengikut Ahmadiyah taubat dan masuk Islam. Seperti di Tenjo Waringin Tasik, 800 warga Ahmadiyah kembali pada Islam. Ya Allah bukankah langkah Habib ini sungguh mulia.

Keenam, Habib dan FPI, pernah bekerja sama dengan almarhum Taufiq Kiemas Pimpinan MPR RI dalam pemantapan Empat Pilar RI. Tidak pernah menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika selama ditafsirkan secara benar dan lurus. Maka itu Mantan Menteri Dalam Negeri Indonesia Gamawan Fauzi pernah mengimbau agar Kepala Daerah bisa menjalin kerja sama dengan ormas FPI. Sungguh tega sekali kalau oknum yang ingin membubaran FPI. Mikir dong. Jadi bener kata teman, Warung Padang itu paling demokratis, anda boleh mau pake OTAK atau tidak. Ahir-ahir ini, kurang yang memilih otak, semoga bukan “Rusak Utak”, pinjam kata Prof. Syefii.

Ketujuh Habib sering mengirim bantuan kepada saudara kita yang teraniaya di Palestina dan negeri lainnya, Sayang luput dari pemberitaan yah.

Kedelapan, Habib dan Sejumlah Pemda di berbagai Daerah bekerjasama dalam program kebersihan lingkungan, penyuluhan kesehatan, pemberantasan hama pertanian, penghijauan lahan gundul, dan sebagainya.

Kesembilan, Habb dan pasukan putih sedang melakukan upaya pencegahan banjir Jakarta dengan mereboisasi daerah hulu sungai yang mengarah ke DKI di Pesantren Agrikultural dareah kaki Gunung Pangrango, Megamendung Puncak. Dengan menanam sekitar 40 ribuan pohon dan target 300 ribu pohon tahun ini tertanam di sana. Sehingga dua tahun kedepan ada satu juta pohon untuk reboisasi hutan di mana daerah tersebut ada empat aliran sungai yang mengarah ke Jakarta. Bukankah ini berarti Hibib pernah kerjasama denga Jokowi dan Ahok.

Itulah data-data yang saya terima, saya beri judul “The Nine Golden Ways of Habib and FPI”, semoga dimuat oleh banyak Medsos, lalu disebar luaskan sehingga berubahlah pandangan mereka kepada FPI, yang bener-bener sangat benci sekali. Sungguh keji orang yang bertahan dengan kebenciannya kepada Habib dan FPI. Apa lagi yang punya niat atau coba usulkan Bubarkan FPI. Naudzubullah tsuma naudzulbillah.

Menurut mang Egkoes, biarlah, saudara dan temen-temen saya juga, mereka menilai Habib dan FPInya sebagai, radikal, garis keras, pasukan nasi bungkus, intoleran, teroris dan sebagainya. Biarlah, itu semua menjadi urusan mereka dengan Tuhannya. Seorang temen mang Engkoes ikut-ikutan minor kepada gerakan Habib ini, dinilainya sebagai, “bibit bibit tumbuhnya Radikalisme” dan sebagai “Pemegang Kunci Surga”. Sungguh keji mereka. Tak sedikit, sahabat mang engkoes, USA (Urang Sunda Asli), alumni ITB (pemikir kelas wahid, sebab, masuk ITB disebut putra-putri terbaik), Alumni -SMAN3 (SMA terbaik ujian nasioanalnya secara umum),- yang bersikap - “Minor terhadap Habib dan FPI-nya”, Naudzubillah Tsumma naudzubillah.

Mang Engkoes yakin bahwa Habib dan FPI adalah manusia biasa, yang jauh dari kata sempurna. Berbenahlah wahai sahabatku tercinta, dengan kritikan dan bijaklah menyikapi segala perbedaan. Lanjutkan berbuat yang terbaik untuk negeri ini, bergandeng bersama dalam bingkai “Bhineka Tunggal Ika.” MERDEKA.

Semoga Allah selalu meridhoi setiap langkah baik Habib, FPI dan seluruh Umat Islam pencinta NKRI ini, serta melindungi, menjaga kesehatan dan menjauhkannya dari fitnah dan marabahayanya. AAMIIN. Terima kasih yang mau menyebarkan ini. Lalu, apa hubungannya dengan pemilihan gubernur, nah, kalau memahami tulisan ini, maka jelas, kemana arahnya. Pilih tentunya, gubernur yang menyayangi Habib Rijieq Shihab.

JAKARTA -- Pemerintah Indonesia akan kedatangan tamu terhormat Sri Baginda Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Kedatangan ini dijadwalkan pada 1 sampai 9 Maret 2017.

Sekertaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, kunjungan kenegaraan ini merupakan kunjungan yang cukup bersejarah bagi Pemerintah Indonesia. Sebab, Raja dari Arab Saudi terakhir datang ke Indonesi pada 1970-an atau sekitar 40 tahun silam.

Tak tanggung tanggung, dalam kunjungan ini Raja Salman akan membawa rombongan sangat besar. "Kurang lebih ada 1.500 orang, 10 Menteri, dan 25 pangeran," kata Pramono di Istana Negara, Selasa (21/2).

Menurut Pramono, selama kunjungan ini, Raja Salman akan berada di Jakarta dari tanggal 1 sampai 3. Kemudian mulai tangal 4 hingga 9 Maret, rombongan ini akan beristirhat di pulau Bali.

Kunjungan yang sangat spesial ini juga membuat Presiden Joko Widodo bakal menganugerahkan bintang kehormatan tertinggi Republik Indonesia kepada Raja Salman. Terlebih, pada saat kunjungan Joko Widodo ke Arab Saudi, Raja Salman pun memberikan kehormatan tertinggi dari kerajaan Arab Saudi.

Pramono menuturkan, untuk pertama kali juga Presiden akan langsung menjemput Raja Salman tepat di pintu pesawat, karena hal tersebut juga dilakukan Raja Salman untuk Joko Widodo. Kedekatan ini memperlihatkan hubungan yang sangat dekat dan erat antara pemimpin Indonesia dan Arab Saudi.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia akan berupaya agar tercipta hubungan dalam hal investasi. Dalam kunjungan ini akan ada penandatanganan investasi antara Saudi Aramco untuk proyek di Cilacap sebesar enam miliar dolar AS. Kemudian ada juga penandatanganan proyek lain yang mencapai 1 miliar dolar AS.

"Kita targetkan akan ada investasi mencapai 25 miliar dolar AS dari Arab Saudi," ujar Pramono.

Sumber : Republika

Musyawarah merupakan perintah Allah S.W.T dan sunnah Rasulullah S.A.W, menaati hasil musyawarah adalah termasuk perintah Allah S.W.T:

"Maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." (Qs. Ali 'Imran: 159)

Maulana Ilyas rah.a. berpesan, "Musyawarah adalah suatu perkara yang besar. Allah S.W.T berjanji apabila kalian duduk bermusyawarah dan bertawakkal kepada Allah S.W.T, maka sebelum kalian berdiri, kalian akan mendapat taufik ke jalan yang lurus."

Rasulullah S.A.W bersabda,

"Barangsiapa yang hendak mengerjakan suatu urusan, lalu ia bermusyawarah dengan seorang muslim, niscaya Allah akan memberinya taufik kepada urusan yang paling benar dan paling baik untuknya." (Hr. Thabrani)

Begitu pentingnya berjamaah dalam kerja dakwah ini, sehingga Allah S.W.T memerintahkan untuk bermusyawarah. Dan Nabi S.A.W mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa bermusyawarah agar kehidupan berjamaah tetap terjalin dalam kehidupan umat ini. Musyawarah tidak hanya kerja dakwah, tetapi juga pada setiap urusan.

Musyawarah juga merupakan sifat orang yang beriman, ini dinyatakan dalam firman Allah S.W.T,

"Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Rabbnya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka. Dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (Qs. as Syura: 38)

Allah S.W.T menjelaskan bahwa perintah musyawarah dihubungkan dengan perintah shalat. Jika shalat adalah rukun Islam, maka musyawarah adalah rukun dakwah, sehingga terjadi kerja sama bukan kerja sendiri sendiri.

Musyawarah adalah asas dari usaha dakwah yang menjadi ruh dalam setiap pengorbanan. Pengorbanan tanpa musyawarah akan sia-sia. Tanpa musyawarah maka kerja berjamaah akan hilang dan pertolongan Allah S.W.T akan menjauh. Karena nushratullah akan datang melalui kebersamaan umat ini.

Dalam Musyawarah tidaklah mengharap bantuan dari dunia, tetapi semata-mata hanya mengharap pertolongan dari Allah S.W.T. Dengan musyawarah kesatuan hati akan terwujud dan akan meningkatkan pikir. Musyawarah adalah ámal berjamaah sebagaimana shalat berjamaáh, bukan sekadar untuk memutuskan sesuatu tetapi untuk membentangkan masalah dengan meminta usulan dari semua orang.

Musyawarah bukan hanya berkumpulnya sekelompok orang, tetapi adanya kesatuan hati, pikir, dan gerak. Sebagaimana di dalam shalat berjamaáh. Ketika shalat seluruh jamaáh satu hati, satu pikir (khusyu'), dan satu gerak.

Sehingga bila duduk dalam musyawarah maka Allah S.W.T akan bukakan jalan keluar dari setiap masalah"

Semoga  Allah S.W.T memberikan kemudahan kepada kita semua untuk bisa mengutamakan musyawarah dalam setiap perkara, terutama dalam membuat keputusan besar yang menyangkut kepentingan orang banyak.

Wallahu a'lam bisshowab

Kata Cyber diambil dari bahasa Inggris: Cyberspace artinya DUNIA MAYA. Cyberspace adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer (sensor, tranduser, koneksi, transmisi, prosesor, signal, pengontrol) yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, telepon genggam, instrumentasi elektronik, dan lain-lain) yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.

Kata "cyberspace" (dari cybernetics dan space) berasal dan pertama kali diperkenalkan oleh penulis novel fiksi ilmiah, William Gibson dalam buku ceritanya, "Burning Chrome", 1982 dan menjadi populer pada novel berikutnya, Neuromancer, 1984 yang menyebutkan bahwa:

Cyberspace. A consensual hallucination experienced daily by billions of legitimate operators, in every nation, by children being taught mathematical concepts... A graphic representation of data abstracted from the banks of every computer in the human system. Unthinkable complexity. Lines of light ranged in the nonspace of the mind, clusters and constellations of data. Like city lights, receding.
 Source: Wikipedia

Jadi MUSLIMCYBER bisa diartikan Umat Islam yang Berada di Dunia Maya.

Untuk Menggunakan Istilah Cyber Anda Tidak Harus Bisa Install PC maupun Rakit Komputer.

Untuk Menggunakan Istilah Cyber Anda Tidak Harus Bisa Ddos Maupun Deface

Untuk Menggunakan Istilah Cyber Anda Tidak Harus Bisa Mencari Vulnerability

Untuk Menggunakan Istilah Cyber Anda Tidak Harus Bisa Revealing Error Message

Untuk Menggunakan Istilah Cyber Anda Tidak Harus Bisa Get Credential Info

Untuk Menggunakan Istilah Cyber Anda Tidak Harus Bisa Scanning Sniffing

Untuk Menggunakan Istilah Cyber Anda Tidak Harus Bisa Exploit dan tanam #Backdoor

Untuk Menggunakan Istilah Cyber Anda Tidak Harus Bisa Bikin Trojan

Untuk Menggunakan Istilah Cyber Anda Tidak Harus Bisa Phisser Maupun Skimmer

Untuk Menggunakan Istilah Cyber Anda Tidak Harus Jadi Seorang #Hacker #Creaker Maupun #Phreaker

Untuk Menggunakan Istilah Cyber Anda Tidak Harus Bisa Menguasai Aneka Tools yang Rumit seperti  #nmap, #superscan, #tcpdump, #wireshark, #dsniff, #nessus, #metasploit_framewor, john the ripper, cain and abel, the-hydra, dll.

Jadi Buat Teman Teman kalau Menemukan Orang yang Masih Gagal Paham dengan Istilah CYBER Silahkan Share Artikel Ini. atau suruh dia Googling lagi. atau anda bisa bilang  "katanya Praktisi Internet masa Istilah Cyber aja Masih Gagal Paham" 


Ponorogo, –- Sebagai bagian dari partisipasi Gontor dalam kehidupan demokrasi dan bernegara, Rapat Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor memutuskan, semua Santri dan guru Gontor di semua kampus, yang berasal dari Jakarta diizinkan pulang untuk menyukseskan Pilkada DKI 2017, 15 Februari 2017 mendatang.

Terkait pesan tersebut, Direktur KMI Gontor, KH Masyhudi Shobari, mengonfirmasi hal tersebut. “Hasil musyawarah Pimpinan Gontor, santri/guru Gontor semua kampus diizinkan pulang 13-16 Februari 2017 untuk Pilkada DKI. Waffaqonallah jami’an lima yuhibbu wayardho,” ungkapnya kepada Gontornews.com

Fokus di bidang pendidikan, PMDG tetap memperhatikan perkembangan politik nasional. Terbukti, Presiden RI Indonesia mulai dari era Soeharto hingga Joko Widodo pernah sowan ke Pondok pesantren yang terletak di Ponorogo tersebut.

Meski demikian, Pimpinan Gontor memastikan bahwa politik praktis bukan orientasi mereka. Bagi Gontor, pendidikan adalah politik tertinggi.

“Gontor tidak berpolitik praktis karena Gontor adalah lembaga pendidikan,” ungkap Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, dalam setiap ceramahnya.

“Politik tertinggi adalah pendidikan,” tambahnya. [Mohamad Deny Irawan]

Sumber: Gontornews

PADANG -- Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat, Nasrul Abit mengakui tidak ada bantuan anggaran untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat karena terkendala Permendagri No 39 tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 tahun 2011.

"Kita ingin menganggarkan, tetapi tidak bisa melakukannya karena ada aturan yang melarang. Kalau kita paksakan tentu akan menjadi temuan," katanya di Padang, Rabu.

Ia menjelaskan penganggaran baru bisa dilakukan jika Permendagri yang tidak memperkenankan bantuan sosial tersebut direvisi oleh Menteri Dalam Negeri.

Saat ini, ujarnya Pemprov Sumbar akan mencoba mencari solusi bagaimana cara membantu MUI tanpa harus melanggar aturan. Ini karena peran MUI masih sangat dibutuhkan, apalagi Sumbar sedang mengembangkan pariwisata halal.

"Dalam konsep pariwisata halal ini nanti kemungkinan akan butuh sertifikasi halal untuk hotel dan restoran dari MUI. Kalau tidak ada MUI ini juga akan terkendala," katanya.

Selain itu, jelasnya masyarakat juga membutuhkan fatwa MUI dalam kehidupan beragama, karena itu perlu dicarikan solusi terkait persoalan ini.

Sebelumnya Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar melalui akun media sosialnya mengatakan kantornya tutup mulai Februari 2017 karena tidak ada bantuan anggaran operasional dari Pemprov Sumbar.

Bantuan anggaran itu telah dihentikan sejak 2015 sehingga MUI kesulitan melaksanakan kegiatan. Dua orang tenaga administrasi yang biasa membantu sekretariat MUI Sumbar juga terpaksa dirumahkan.

Kantor MUI Sumbar Tutup, Sekjen MUI Pusat: Itu Ironi

JAKARTA -- Tutupnya kantor MUI Sumatera Barat (Sumbar) karena kekurangan dana operasional dinilai ironis. Sebab, selain filosofi masyarakat Sumbar yang berkait erat dengan nilai Islam, Sumbar juga tengah fokus mengembangkan wisata halal.

Sekretaris Jenderal MUI Pusat Anwar Abbas menjelaskan, anggaran untuk MUI dari Kementerian Agama bersumber dari APBN untuk dukungan program dan kegiatan MUI Pusat, tidak ada untuk MUI Provinsi. Biasaya alokasi dana MUI Provinsi didapat dari APBD.

''Saya kaget Sumbar sampai ada kejadian ini, pemdanya tidak membantu. Apalagi masyarakat Minang memiliki filosofi adat basendi syara', syara' basendi kitabullah. Ini ironi,'' kata Anwar, Kamis (9/2).

MUI Provinsi DKI, Jabar, Jatim, dan provinsi lain bisa mendapat anggaran dapat dari pemda masing-masing. Bila alasannya karena ada aturan Menteri Dalam Negeri yang menghalangi, Anwar jadi bertanya mengapa provinsi lain bisa menganggarkan bantuan untuk MUI lain tapi Sumbar tidak.

''Sebagai orang Minang, saya malu bila MUI Sumbar dibantu MUI Provinsi lain. Dengan kejadian ini, MUI provinsi lain pasti akan membantu,'' ungkap Anwar.

Dengan fokus untuk mengembangkan wisata halal, Pemda Sumbar tetap butuh MUI untuk menyelesaikan masalah keumatan di sana. Sayangnya, Pemda Sumbar tidak membantu balik sehingga mutualistiknya tidak nampak.


Meski Anwar memahami saat ini era otonomi dan daerah bisa menyelesaikan persoalannya sendiri, kejadian ini memukul wajah Pemprov Sumbar sendiri. Apalagi, filosofi masyarakat Minang erat dengan nilai Islam.

Sumber; Republika

JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) Jeje Zaenudin, mewakili lembaganya, menyatakan dukungan terhadap aksi 112 yang diinisiasi oleh Forum Umat Islam (FUI). Ia pun mempersilakan warga Persis bila ingin berpartisipasi dalam aksi tersebut.

"Terkait rencana aksi 112, Persis mempersilakan seluruh warganya yang ingin bergabung untuk ambil bagian aktif dalam aksi tersebut. Apabila aksi itu telah mendapat izin dan agenda yang jelas," ujarnya seperti dilansir dari laman resmi Persis, Rabu (8/2).

Kendati mendukung penuh, sekiranya aksi 112 memang terselenggara, ia mengimbau agar aksi dilakukan dengan damai. "Mengimbau agar aksi ini dilakukan dengan penuh kedamaian, tertib, santun, dan menjauhi provokasi," tutur Jeje menerangkan.

Selain itu, Persis, kata dia, menegaskan bahwa akan tetap solid dan menjadi bagian dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia. Oleh karenanya akan mendukung seluruh kegiatan dan perjuangan. Seperti diketahui, FUI akan menggelar aksi bertajuk 112 pada Sabtu (11/2). Aksi tersebut rencananya akan diikuti oleh berbagai elemen umat dari berbagai daerah di Indonesia.


JAKARTA -- Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan lembaganya saat ini masih membahas draf fatwa pedoman bermuamalah atau bergaul di media sosial (medsos). "Insya Allah dalam waktu dekat, MUI akan merumuskan pedoman itu," kata Niam di Jakarta, Rabu (8/2).

Diharapkan pedoman itu nantinya akan menjadi rujukan keagamaan bagi masyarakat Muslim pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya, agar perkembangan teknologi informasi bisa berdaya guna untuk kemaslahatan dalam bertetangga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. "Dengan begitu kita bisa menjadikan medsos untuk mempererat hubungan kebangsaan dan kemasyarakatan di Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika," kata dia.

Ia mengatakan MUI prihatin atas fenomena medsos yang sering dijadikan alat penyebaran berita bohong (hoax), provokasi, fitnah, hingga menebar kebencian. Jika hal itu dibiarkan, menurut Niam bukan tidak mungkin akan memicu keretakan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Asrorun mengatakan MUI sebagai wadah ulama dan cendekiawan Muslim dalam kerangka mengemban amanah keagamaan dan keumatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara memandang penting untuk memberikan pedoman tentang kaidah keagamaan saat bermedsos.
"Demi kemaslahatan, bukan kemudharatan," kata Niam yang juga Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu.

Terkait isi pedoman, Niam menjelaskan di antaranya agar dalam bermedsos menghindari ghibah atau mengungkap dan memperbincangkan aib orang, fitnah, serta anjuran untuk mengklarifikasi dan memverifikasi suatu berita atau informasi. "Bila tidak yakin berita itu benar maka lebih baik berita itu tidak perlu disebar agar tidak menimbulkan fitnah. Bahkan, kalaupun benar, verifikasi itu tetap diperlukan apakah bermanfaat atau tidak. Hal-hal seperti inilah yang harus dipahami masyarakat dalam menggunakan kemudahan melalui medsos," katanya.

Sumber : Antara

JAKARTA -- Saksi Ahli dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hamdan Rasyid pada sidang ke sembilan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Selasa (7/2) memberikan pernyataan penutup usai memberikan keterangan. Dalam pernyataan penutupnya, Hamdan mengingatkan akan pentingnya Hakim dan penegak hukum menegakkan keadilan yang seadil-adilnya.

"Saya sampaikan sabda Rasulullah dalam hadist yang shahih, 'Umat zaman dahulu dimurkai dan dihancurkan oleh Allah SWT karena tidak berlaku adil, kalau yang salah rakyat jelata dihukum dan disanksi. Sebaliknya kalau yang salah pejabat maka bisa bebas," kata dia menyampaikan sabda Rasulullah.

Ia melanjutkan, Nabi Muhammad lalu bersumpah Demi Allah seandainya Fatimah binti Muhammad menyolong, maka Nabi Muhammad sendiri yang akan memotong tangannya. "Mohon ini sebagai pertimbangan, kita sadar hidup kita sebentar dan akan wafat," ujarnya.

Hadist Nabi Muhammad SAW ini menurutnya menjadi tanggung jawab kita bersama di akhirat dan di alam kubur dan harus menjadi pertimbangan. "Jadi saya mohon supaya adil semuanya," kata Hamdan menambahkan.

Hakim pun menyambut baik pesan penutup saksi ahli MUI ini, dan berjanji Hadist ini menjadi tugas bersama majelis hakim untuk menjalankan persidangan kasus penodaan agama ini seadil-adilnya.

Sumber: Republika

JAKARTA -- Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri AKPB Muhammad Nuh al-Azhar yang dihadirkan sebagai ahli dalam lanjutan sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.

"Tidak ditemukan penambahan atau pembuangan frame. Artinya momen yang ada di sana benar adanya," kata Nuh saat memberikan keterangan dalam sidang kesembilan Ahok di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (7/2).

Nuh menyatakan, terdapat empat video Ahok yang dianalisis oleh tim Puslabfor Mabes Polri. Pertama, dari Dinas Kominfo DKI Jakarta, kedua dari saksi pelapor Novel Chaidir Hasan, ketiga dari saksi pelapor Muhammad Burhanuddin, dan keempat juga dari saksi pelapor Habib Muchsin Alatas. Hasil analisis video itu kemudian dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) baik untuk Puslabfor Mabes Polri maupun penyidikan.

"Artinya hasil analisa itu tidak hanya secara ilmiah, tetapi juga dengan pertanggungjawaban secara hukum," kata Nuh.

Ahok dikenakan dakwaan alternatif yakni pasal 156a dengan ancaman lima tahun penjara dan pasal 156 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.

Sumber : Antara

JAKARTA -- Advocat Cinta Tanah Air mengelurkan testimoni di kantor Sekretaris MUI Jakarta Pusat.  Testimoni ini sebagai bentuk dukungan terhadap KH Ma'aruf Amin, sekaligus membantah klarifikasi kuasa hukum Basuki TJahaja Purnama yang tidak sesui di dengan fakta persidangan.

"Saat ini tim pengacara saudara Basuki TJ Purnama atau bapak Ahok itu membuat opini publik yang tidak sesuai dengan fakta di persidangan," kata Sekretariat Jendral ACTA, Yustian Dewi Widiastuti kepada wartawan di lantai 4 Gedung Sekretariat MUI, Jl Proklamasi,  Jakarta Pusat, Senin (6/2).

Yustian mengatakan, usaha yang dilakukan tim kuasa hukum Ahok dalam mencari kebenaran materiil lewat bertanya terhadap saksi KH Ma'ruf Amin di persidangan lanjutan Ahok sangat dihormati. "Akan tetapi ada hal-hal yang seharusnya atau sewajarnya tidak boleh dilakukan oleh seorang pengacara dalam suatu persidangan," ujarnya.

Jadi, kata Yustian, apa bila kuasa hukum Ahok ingin menyampaikan suatu kebenaran materiil dalam suatu  peristiawa hukum tidak selayaknya melanggar peraturan hukum yang berlaku. "Untuk itu kami sampaikan bahwa kami akan mealakukan testimonin kepada teman kami yang ada dalam persidangan," katanya.

Berikut testmoni ACTA yang disampaikan di hadadapan Ketua MUI KH Maruf Amin:

Pertama, bahwa pada saat kesaksian KH. Ma’ruf Amin benar Penasehat Hukum Terdakwa Ahok, Humprey Djemat menyampaikan kalimat yang menurut kami menyudutkan KH Ma‘ruf Amin (Ketua Umum MUI) terkait adanya telepon dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Kamis tanggal 6 Oktober 2016 pukul 10.16. Djemat bertanya sampai tiga kali yang dijawab oleh saksi “tidak ada". Dan selanjutnya, Sdr Humprey Djemat mengatakan “kami mau menyatakan bahwa saksi ini memberikan keterangan palsu", dan meminta kepada majelis hakim agar saksi diproses sebagaimana mestinya.

Yang kedua, pada saat memberikan tanggapan atas keterangan saksi KH Ma'ruf Amin, terdakwa Ahok menyampaikan kalimat yang bernada ancaman dengan kalimat “kami akan proses secara hukum saudara saksi". Karena kalimat tersebut disampaikan pada sesi keberatan terdakwa terhadap kesaksian KH Ma'ruf Amin, maka jelas kalimat bernada ancaman tersebut ditujukan kepada KH Ma’ruf Amin, dan bukan pada saksi-saksi sebelumnya. Fakta ini berbeda dengan klarilikasi Ahok tangal 1 Februari 2017 (point 1) yang menyatakan tidak akan dan tidak mungkin melaporkan KH Ma’ruf Amin. 

Ketiga, ada sekelompok pengunjung berbaju kotak-kotak yang bertepuk tangan setelah Penasehat Hukum Ahok menyampaikan kalimat yang bernada ancaman terhadap KH Ma’ruf Amin tersebut. Kesan yang kami tangkap, mereka bergembira atas kejadian yang menimpa KH Ma'ruf Amin.

Kempat, hampir semua Penasehat Hukum Ahok menanyakan pertanyaan yang hampir sama dan berulang-ulang serta sudah dijawab dengan tegas oleh KH Ma’ruf Amien sampai dua kali. Ada indikasi dan diduga merencanakan untuk mengulur waktu sehingga sidang berjalan sangat lama dan sangat menguras energi KH Ma'ruf Amin sebagai saksi.

Yang Kelima, para Penasehat Hukum dan Terdakwa Ahok mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara tidak santun dan tidak menghormati KH. Ma’ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI, ulama besar yang juga sebagai orang tua dan sangat disegani oleh kalangan umat Islam di republik ini.

Keenam, kami meminta kepada Komisi Yudisial (KY), Mahkamah Agung (MA), dan Organsisasi Advokat untuk dapat menjalankan fungsi pengawasan mereka pada persidangan yang akan datang, agar kejadian yang menimpa KH Maruf Amen tidak terulang lagi pada saksi-saksi yang lain. 

Sumber: Republika